Register
Home /  Kali Besar Barat
Kali Besar Barat
Saturday, 21 January 2012 11:39

Bangunan Cagar Budaya Sekitar Kali Besar Barat

Toko Merah

Terletak di Jalan Kalibesar Barat No.11, Jakarta Barat. Berada di Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, wilayah Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Sebuah bangunan cagar budaya yang diatur dalam Undang-undang Monumenten Ordonantie No.19 Tahun 1931 (Staatsblad Tahun 1931 No. 238), yang telah diubah dengan Monumenten Ordonantie No. 21 Tahun 1934 (Staatsblad Tahun 1934 No. 515). Ali Sadikin mengeluarkan delapan peraturan daerah sekaligus, diantaranya SK. Gubernur No. Cb. 11/1/12/1972 tanggal 10 Januari 1972, yang pada intinya menetapkan tentang pemugaran bangunan, penetapan daerah khusus yang dilindungi.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah, satu, studi mengenai pemugaran gedung-gedung bersejarah di DKI Jakarta. Pemda DKI kemudian membentuk sebuah Badan Pemugaran.Beberapa orang dikirim ke Uniersitas Kristen Leuven, Belgia untuk mempelajari teknik pemugaran bangunan tua. Sejak tahun 1972, semakin banyak bangunan dan monument bersejarah di Jakarta dipugar.

Kedua, dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur No.Cb.11/1/12/1972 tanggal 10 Januari 1972 semakin menguat setelah pemerintah mengeluarkan Undang-undang No.5/1992 tentang benda cagar budaya. Dikeluarkan pula Surat Keputusan Gubernur KDH Ibukota Jakarta No. 575 tanggal 29 Maret 1993 tentang penetapan bangunan-bangunan bersejarah dan monumen di wilayah DKI Jakarta sebagai bangunan yang dilindungi.

Nama resmi yang diberikan Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta untuk bangunan ini adalah “Toko Merah”. Pernah juga dinamakan “Hoofd Kantoor Jacobson van den Berg” karena pernah dimiliki dan digunakan sebagai kantor pusat perusahaan dagang NV. Jacobson van den Berg. Penggunaan nama “Toko Merah” lebih popular dibanding Rode Winkel.

Dalam akte tanah No. 957, No. 958 dan No. 959 tanggal 13 Juli 1920, disebutkan bahwa persil-persil yang ada di Toko Merah adalah milik NV. Bouwmaatschapij “Toko Merah”.

Nama Toko Merah ini sendiri tidak hanya karena fungsinya sebagai sebuah toko dalam waktu yang lama, tetapi juga merupakan nama sebuah perusahaan yang berkantor di gedung ini.

Toko Kuning

 

Bangunan yang hampir sejaman dengan Toko Merah ini dibangun pada abad 18. Dahulu merupakan kantor perniagaan Hindia Belanda. Kini bangunan ini kosong tetapi masih terawat dengan baik.

 

Jembatan Kota Intan

 

Jembatan dibangun pada tahun 1628 dengan nama Engelse Burg yang berarti “Jembatan Inggris” karena jembatan ini menghubungkan Benteng Belanda dan Benteng Inggris yang terletak berseberangan dibatasi oleh Kali Besar – Kali Ciliwung. Pada tahun 1628 dan 1629 terjadi penyerangan dari Banten dan Mataram terhadap Benteng Batavia yang mengakibatkan jembatan ini rusak, namun dibangun kembali oleh Belanda pada tahun 1630 dan pada saat itu dikenal dengan nama De Hoender Pasarbrug atau “Jembatan Pasar Ayam” karena lokasinya berdekatan dengan Pasar Ayam.

Selanjutnya pada tahun 1655 jembatan ini diperbaiki kembali oleh Belanda karena mengalami kerusakan akibat sering terkena banjir dan korosi akibat air asin, dan namanya diganti menjadi Het Middelpunt Brug atau “Jembatan Pusat”. Pada April 1938 jembatan ini dirubah menjadi jembatan gantung agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah terkena banjir yang sering terjadi, namun bentuk dan gayanya tetap dan tidak pernah dirubah. Tetapi namanya diganti menjadi Ophalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard.

Setelah proklamasi kemerdekaan RI nama jembatan ini diganti menjadi ”Jembatan Kota Intan”, disesuaikan dengan nama lokasi setempat. Letak Jembatan Kota Intan berada dekat dengan salah satu bastion Kastil Batavia yang bernama Bastion Diamont (Intan). Kastil Batavia yang merupakan kota tua Batavia sering disebut sebagai Kota Intan.

 

Gedung Tjipta Niaga

 

Gedung yang terletak di Jalan Kali Besar Timur no. 17 ini bentuknya memanjang hingga ke jalan Pintu Besar Utara. Gedung ini dibangun antara tahun 11912-1940. Dahulu gedung ini merupakan bangunan Internationale Credit en Handels Matschappij. Kini gedung ini kosong.

Gedung Samudra Indonesia

 

Bangunan tua bergaya art deco yang dirancang oleh arsitek ternama Belanda, Ghijsel dibangun pada tahun 1920. Kini sayap utara bangunan tersebut telah roboh tahun 2008, akibatnya hingga kini bangunan tersebut dalam kondisi kosong.

Gedung Toshiba

 

Ghijsel, seorang arsitek Belanda pada awal abad 20 telah merancang banyak bangunan besar di Batavia, di antaranya ada Stasiun Kereta Api Beos, Gedung Samudra Indonesia dan bangunan yang kini menjadi kantor perusahaan elektronik Toshiba. Saat ini menjadi kantor Toshiba. Dulunya gedung ini adalah Office Premises, John Peet & Co.

Gedung Chartered Bank

 

Gedung ini dibangun pada awal abad 20. Sejak awal gedung ini digunakan sebagai gedung Chartered Bank of India, Australia dan China. Kini bangunan tersebut adalah gedung ex-Bank Bumi Daya dan dalam keadaan kosong, milik Bank Mandiri.

 

Last Updated on Wednesday, 25 January 2012 23:03
 

Kali Besar

Copyright © 2014.

S5 Box